Seminar Sehari CreativePreneurship “Pemanfaatan ICT sebagai Katalisator dalam Membangun Industri Kreatif”

Selama ini bangsa Indonesia bertahan dan berkembang dalam kehidupannya dikarenakan memiliki jiwa kreativitas yang tinggi. Namun hanya sebagian kecil saja orang yang bisa memanfaatkan kreativitasnya menjadi sesuatu yang bisa lebih dikembangkan tidak hanya untuk kesenangan saja tetapi dijadikan objek penghasilan atau mata pencaharian. Di Bandung sendiri, sektor ini dipegang oleh para pekerja seni dan teknologi, namun sayangnya belum ada kontribusi yang nyata dari dunia perguruan tinggi sehingga kedepannya, sumbangan SDM untuk mengembangkan sektor kewirausahaan ini kemungkinannya akan mandeg.

Dewasa ini, telah digembar-gemborkan tentang industri kreatif. Menurut Togar M. Simatupang, industri kreatif adalah pertumbuhan ekonomi kreatif yang digerakan oleh kapitalisasi kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk atau jasa dengan kandungan kreatif. Hal yang penting pada industri kreatif adalah kandungan kreatifnya dimana terdapat tingkat kreativitas yang tinggi terhadap masukan dan keluaran aktivitas ekonomi ini. Secara umum dapat dikatakan bahwa ekonomi kreatif adalah sistem kegiatan manusia yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa yang bernilai kultural, artistik, estetika, intelektual, dan emosional bagi para pelanggannya di pasar. Indonesia sendiri mempunyai 14 sektor industri kreatif yang memiliki kontribusi paling besar dalam kemajuan ekonomi, yaitu di bidang periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fesyen, video, film, fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangan.

Saat ini, masyarakat sudah mulai mengenal industri kreatif meskipun belum semuanya mampu terjun langsung untuk bergelut di bidang ini. Keyakinan akan kesuksesan di bidang ini pun belum mereka dapatkan. Padahal pada kenyataannya industri kreatif ini bisa lebih bergerak, maju, dan berkembang pesat bahkan lebih dari yang bisa diperkirakan meskipun dalam sektor ini kita dihadapkan pada situasi persaingan bisnis yang kejam dan ketat.

Selain hal tersebut, permasalahan di Industri kreatif pun terkait tidak hanya dengan pola kerja dan persaingannya saja tetapi juga dengan persiapan sumber daya manusia yang menjadi pelaku utama dari perekonomian. Munculnya paradigma lulusan Perguruan Tinggi (PT) yang cenderung tertarik di sektor formal daripada mengembangkan kewirausahaan dalam ekonomi kreatif diyakini menjadi salah satu pemicu mandegnya industri kreatif ini. Seharusnya Lulusan PT sudah dipersiapkan sejak masih di bangku kuliah untuk mengenal medan industri kreatif. Semangat kewirausahaan sudah harus ditumbuhkan untuk melatih dan menangkap peluang yang ada bukan pada saat mahasiswa telah lulus tetapi sejak masih berada di perkuliahan. Maka untuk kedepannya mahasiswa atau lulusan PT bisa menjadi inteligen kreatif (seniman, artis, pendidik, mahasiswa, insinyur, dan penulis).

Pendidikan mengenai ICT pun diperlukan untuk meningkatkan industri kreatif ini. Teknologi tidak hanya dijadikan komoditas utama saja dimana diatas disebutkan termasuk ke dalam 14 sektor tetapi teknologi juga bisa dijadikan sebagai pendukung untuk sektor industri kreatif lainnya, terutama di bidang pemasaran dan produksi barang. Bagaimana teknologi yang tepat guna bisa dipakai dalam mempercepat produksi barang apabila permintaan konsumen melonjak naik sedangkan barang kreatif yang harus dihasilkan tertunda karena kematangan dari bahan baku untuk barang kreatif tersebut membutuhkan waktu yang lama. Sebagian besar bahan baku insudtri kreatif ini berasal dari alam seperti bambu, kayu, dsb. Kemudian, ICT selain teknologi tepat gunanya disini juga berperan sebagai sarana periklanan dalam dunia maya salah satu contohnya yaitu web dapat menyampaikan informasi yang sangat baik bagi pemasaran barang-barang industri kreatif sehingga memiliki mangsa pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengajaran dan pemberian keyakinan yang lebih dari para pelaku industri kreatif yang sudah maju untuk mengajak kepada masyarakat umum terutama mahasiswa untuk menumbuhkan paradigma kewirausahaan sehingga masyarakat bisa terjun ke dalam industri kreatif dengan berkiblat pada pelaku lain yang sudah maju. Para pelaku industri kreatif yang lebih senior bisa memberikan pelatihan dan pendidikan untuk mendapatkan kepiawaian dalam membaca peluang, menghadirkan produk dalam merebut peluang, kecermatan dalam memperhitungkan tingkat resiko berikut dengan rencana cadangan, kemampuan berkolaborasi dengan pihak lain tidak hanya dengan lembaga tetapi juga bidang lain yaitu teknologi, dan siasat yang jitu dalam menghadapi persaingan. Dengan mendapatkan ilmu dari para pakar industri kreatif maka persoalan industri kreatif seperti yang telah diungkapkan diatas bisa diselesaikan. Para pelaku industri kreatif yang baru akan mendapatkan kepercayaan diri untuk menatap persaingan dan siap meraih keberhasilan dari industri kreatif ini.

Seminar sehari dengan tema “Pemanfaatan ICT sebagai Katalisator dalam Membangun Industri Kreatif”ini merupakan suatu wadah untuk pen-transfer-an ilmu dari para pelaku industri kreatif yang sudah maju sehingga bisa membagi pengalaman, kiat-kiat dan strategi jitu untuk bertahan di belantara industri kreatif. Adapun kami, selaku pihak penyelenggara bermaksud menghadirkan pakar tersebut antara lain dari pihak Telkom selaku pelaku industri kreatif dalam bidang teknologi dan memfasilitasi sektor industri kreatif lainnya dengan teknologi yang dimiliki, kemudian dari pihak Saung Angklung Udjo pelaku industri kreatif yang berdiri mandiri dengan mengusung seni dan budaya Jawa Barat berhasil terjun dan berkembang dengan pesat dalam bidang industri kreatif ini, dan dari pihak UPI (Direktorat TIK) sebagai pelaku industri kreatif yang bergerak dalam bidang pendidikan ICT dan memberikan pelayanan teknologi.

Diharapkan dengan adanya Seminar Sehari ini, pengembangan industri kreatif bisa terus berlangsung sehingga menciptakan iklim perekonomian Indonesia yang baru menuju ke arah mandiri dengan modal seni, budaya, ilmu dan yang terutama kreativitas, serta para pelaku industri kreatif yang piawai menangkap dan menciptakan peluang usaha dibantu dengan teknologi yang ada.

2 thoughts on “Seminar Sehari CreativePreneurship “Pemanfaatan ICT sebagai Katalisator dalam Membangun Industri Kreatif”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s