The Man Who Forgot How To Read from Howard Engel

derita penulis yang lupa bagaimana cara membaca akibat serangan stroke

Resensi:

Judul               : The Man Who Forgot How To Read

Penulis            : Howard Engel

Penerbit          : Elex Media Komputindo

Tebal               : 153 halaman

Genre              : AutoBiografi

Harga             : Rp. 29.800,00

Sinopsis :

Suatu pagi di pertengahan musin panas yang terik, penulis novel kriminal Howard Engel memungut surat kabar di tangga masuk rumahnya dan mendapati dirinya tak lagi mampu membaca. Huruf-huruf secara misterius bercampur aduk menjadi sesuatu yang tampak sebagai aksara dalam bahasa Korea yang tidak bisa dimengerti. Sewaktu tidur Engel terserang stroke dan kini menderita suatu kondisi langka yang disebut alexia sine agraphia. Artinya, dia tetap bisa menulis, tapi tidak mampu lagi membaca. Kenyataan yang mengejutkan dan menyedihka, terutama bagi seorang penulis !

Setelah beberapa minggu berada di rumah sakit dan tempat rehabilitasi, Engel menyadari lebih banyak lagi yang terkena dampak selain kemampuan membacanya. Memorinya gagal berfungsi. Nama-nama teman lama bahkan lenyap dari lidahnya. Tempat-tempat yang pernah dia kenal sama sekali terlupakan. Dia tahu dua jalan bertemu di kotanya akan tetapi tidak bisa membayangkan dimana itu. Kini buah apel dan jeruk tampak sama.

Ketika kembali ke rumah, Engel mengalami kesulitan mengingat letak barang dan menemukan berkaleng-kaleng tuna di tempat cuci piring serta berbotol-botol pensil di dalam freezer. Dia lalu menghubungi ahli saraf terkemuka Dr. Oliver Sacks, untuk meminta nasihat. Memulai perjalanan darat mengunjunginya di New York City, mematri persahabatan yang abadi. Dengan berani Engel mulai dari awal lagi belajar membaca. Dalam menghadapi segala macam rintangan, daya khayalnya menang. Terbukti dengan penulisan novel detektif Benny Cooperman-nya yang terbaru, Memory Book.

Komentar :

Buku yang sangat menggugah dan memberikan pelajaran yang luar biasa bagi semua orang yang membacanya. Memberikan pengalaman yang langka menghadapi kenyataan hidup yang kemungkinan siapa saja bisa mengalaminya. Pelajaran mengenai jangan menyerah akan segala sesuatu yang menimpa kita membuat kita semakin kuat dalam menjalani hidup dan akan menjadi sebuah titik balik dalam kehidupan kita. Sekali lagi manusia mampu bertahan sampai titik kritis untuk mempertahankan hidupnya dan membuktikan bahwa manusia dengan segala usahanya begitu menakjubkan.

Cover buku dalam edisi bahasa yang lain :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s