Ragam Manusia dari Aspek Kepercayaan Diri

Pada postingan kemarin, saya membahas ragam manusia dilihat dari segi kepribadian. Termasuk kepribadian yang manakah Anda? Anda sendirilah yang tahu jawabannya.🙂 Sekarang kita beranjak membahas aspek yang lain yaitu keragaman manusia dilihat dari segi kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Ragam manusia menurut kepercayaannya kepada diri sendiri dibagi juga menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok muthmainah atau kelompok yang tenang dan yakin karena memiliki kepercayaan diri yang kuat dan wajar. Kelompok pertama ini terbagi menjadi kelompok yang logis dan selalu berpikiran positif bagi dirinya sendiri. Pada tingkat kepercayaan diri yang cukup baik, seseorang akan dihormati dan disegani, sekaligus dicintai. Karena kelompok ini terdiri dari individu-individu yang rendah hati dan mempunyai kedekatan dengan orang di luar kelompoknya.

Kedua adalah mereka yang sering mendapatkan cap overconfidence (percaya diri berlebihan). Mereka adalah orang-orang yang merasa bahwa apa yang terdapat pada dirinya adalah segala-galanya. Mereka menempatkan diri pada tempat tertinggi, terpandai, termulia, dan efeknya adalah hilang kesadaran untuk introspeksi dan evaluasi diri. Tetapi pada kasus-kasus tertentu, overconfidence seringkali ternyata upaya untuk menutupi kekurangan atau mensejajarkan diri dengan orang lain melalui cara instan. Seorang dengan kepercayaan diri yang berlebihan sesungguhnya adalah seseorang yang biasa-biasa saja, tidak mempunyai keistimewaan, dan memiliki capaian prestasi yang datar-datar saja. Kelompok kedua ini tidak disukai oleh banyak orang terutama karena keengganannya membuka diri terhadap masukan dan perbaikan. Sayangnya, jumlah kelompok ini lebih banyak daripada kelompok pertama.😦

Jumlah orang-orang yang masuk ke dalam dua kategori memiliki kepercayaan diri, lebih sedikit jika dibanding dengan orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan diri. Mereka yang tidak percaya diri, terbagi juga ke dalam dua kelompok. Pertama adalah mereka yang mengklaim diri di depan publik sebagai orang hebat dan percaya diri tetapi sebenarnya di dalam hati dia mengakui memiliki banyak kekurangan. Hakikat orang ini adalah lemah meski di depan orang lain dia tampil seperti orang kuat. Justru ketika mereka berusaha membangun kesan besar dan kokoh, sesungguhnya diri mereka kerdil. Biasanya mereka ini bermulut besar, tetapi tak berkualitas. Ungkapan “tong kosong nyaring bunyinya” atau “air beriak tanda tak dalam” , sungguh tepat jika dialamatkan kepada mereka. Hanya sebuah kata yang diperlukan untuk direkayasa menjadi sepuluh kata demi menutupi kekerdilannya. Seringkali sikap mereka menyebalkan, atau lebih ekstrimnya lagi, memuakkan. Sesungguhnya mulut besar mereka hanyalah retorika yang membongkar kekosongannya.

Kelompok kedua dari orang-orang yang kehilangan kepercayaan diri adalah mereka yang sejak awal tidak pernah merasa dirinya sebagai orang penting dan hebat. Sejak awal, mereka mengakui dirinya miskin, lemah, tak berdaya, bahkan hati-hati untuk merasa sejajar dengan orang lain. Mereka selalu memposisikan lebih rendah dari siapa saja, dan melihat diri sendiri sebagai pusat kelemahan dan kekurangan. Baginya, setiap peluang telah tertutup, setiap kesempatan telah berlalu. Di depan matanya, semua kemudahan menjadi sulit, dan setiap kelapangan menjadi sempit.

Semua keadaan ini berasal dari sikap percaya diri yang benar-benar tidak dimiliki. Pemicu munculnya, sikap semacam ini bisa berupa faktor yang konkret seperti kondisi fisik yang tidak menarik, contohnya bertubuh pendek, hidungnya terlalu pesek atau terlalu besar, dan bagian lainnya yang terlalu kecil atau terlalu besar. Selain faktor yang terlihat, ada juga faktor abstrak seperti kemiskinan, kebodohan, atau berupa aib dan kelemahan yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.

Setelah penjelasan panjang lebar mengenai pengkategorian kepercayaan diri, sekali lagi saya bertanya, termasuk golongan manakah Anda? Ini bisa menjadi suatu refleksi bagi kita untuk terus memperbaiki sikap hidup kita. Sosialisasi dan penerimaan di masyarakat merupakan hal yang penting bagi setiap orang tidak terkecuali karena kita hidup bermasyarakat.🙂

Kisi-kisi untuk postingan selanjutnya mengenai ragam manusia berdasarkan ketaatannya terhadap agama. Tertarik? tunggu postingannya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s