Ragam Manusia dari Aspek Ketaatan Beragama Perempuan

Postingan ini merupakan postingan terakhir dari rangkaian postingan tentang ragam manusia. Postingan kali ini membahas perempuan dari sisi agama . Bagaimana pembagiannya dan seperti apa karakteristik wanita di golongan-golongan tersebut. Semua ini saya sampaikan supaya baik laki-laki maupun perempuan berefleksi untuk menjadikan diri sebagai pribadi yang baik🙂

Untuk kaum perempuan, inilah bahasan yang saya janjikan pada Anda, silahkan dibaca, direnungi, dan direfleksikan pada diri Anda.

Perempuan yang taat beragama terbagi ke dalam dua kelompok. Pertama, perempuan yang sejak kecilnya dididik dalam kultur dan cara agama serta belum pernah bersentuhan dengan pengaruh-pengaruh luar rumah yang bertentangan dengan agama. Perempuan dengan tingkat keberagamaan yang tinggi dan tingkat kerawanan sosial yang rendah seperti ini terkadang beruntung mendapatkan suami dengan latar belakang yang sama, sehingga mereka berdua bisa hidup berbahagia dan jauh dari pergesekan nilai. Kebahagiaan itu bersumber dari keihklasan dan kerelaan untuk menerima segala kehendak dan pemberian Tuhan. Tetapi terkadang perempuan sepertinya bernasib tidak beruntung dengan mendapatkan suami yang relative lebih bebas dengan berlatar belakang keagamaan yang lebi rendah. Pasangan suami istri seperti itu biasanya akan menemukan banyak kendala komunikasi, sehingga sering terjadi salah paham. Terutama sang istri akan kurang mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan suaminya yang cenderung longgar terhadap hal-hal yang selama ini dijaga ketat oleh lingkungan istri. Sang istri akan tidak bisa memberi pelayanan maksimal karena kenginan suami seringkali berseberangan dengan nilai yang dianut istri.

Kedua adalah perempuan yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang relatif sama dengan lingkungan kelompok pertama, tetapi selalu mempunyai kecenderungan, harapan, dan mimpi untuk melepaskan diri dari kungkungan suatu saat nanti , dan hidup dalam kultur yang lebih longgar. Ada sedikit perbedaan antara perempuan kelompok pertama dan perempuan kelompok kedua. Yang pertama mempunyai kesadaran kuat atas apa yang mereka lakukan terkait dengan ketaatan beragama. Biasanya kesadaran seperti ini lahir dari proses pendidikan di keluarga yang menonjolkan penghargaan, kasih sayang dan kehangatan. Dengan hal itu, nilai dan doktrin agama bisa ditularkan dengan menyenangkan, tetap harmonis dan adanya keseimbangan antara reward (penghargaan) dan punishment (sanksi) . Hasil dari proses ini adalah kesadaran dengan ikhlas dan senang. Kelompok kedua biasanya berkembang dalam penanaman ajaran agama yang keras dan berlangsung searah. Transfer nilai agama tidak dilakukan dialogis sebagaiman dilakukan pada kelompok pertama, melainkan si anak berposisi pasif dan orang tua yang aktif. Dengan cara ini, kesadaran tidak terbangun dengan baik sehingga ketika dewasa, nilai yang selama ini ditekankan, dirasakan sebagai penjara yang membatasi. Ketertekanan ini melahirkan keinginan untuk lari dan keluar dari ‘penjara’ yang selama ini mengekangnya.

Kategori kedua adalah perempuan yang berada pada rangking pertengahan dalam menjalankan ajaran agama. Perempuan dalam kategori ini terbagi dalam dua kelompok. Dalam memahami teks agama, seringkali kelompok ini mengedepankan kajian-kajian kontekstual –sebagai contoh- dalam hal berjilbab, ia relatif mengkuti perkembangan yang ada, sesuai dengan ketentuan syariat yang bisa berubah seiring dengan perubahan kondisi yang melingkupi. Perempuan dalam level ini lebih memilih untuk fleksibel dan memiliki doktrin. Biasanya mereka bisa dengan mudah menyelesaikan diri dengan apa yang dikehendaki oleh suami atau orang tua.

Secara sederhana bisa didefinisikan bahwa kelompok kedua kategori kedua ini adalah mereka yang intensitas ibadah dan kualitas keagamaannya di atas kategori ketiga namun di bawah kategori pertama. Pada kelompok ini, ketentuan akhlak lebih kuat disbanding rambu-rambu agama dalam mengendalikan tingkah laku dan menjamin keteraturan sosial. Mereka menjalankan ketertiban dan perbuatan baik atas dorongan naluri akal yang menyimpulkan bahwa manusia harus berakhlak mulia, bukan atas bimbingan agama. Ini adalah akibat dari pelaksanaan ketentuan agama yang sedang-sedang saja, sehingga mereka tidak larut dan menceburkan diri secara total dalam menjalankan agama. Kelebihan wanita kelompok ini terletak pada karakternya yang kuat dan cerdas. Untuk menyebut kecenderungan pergaulan dan mobilitas sosialnya, kelompok kedua ini lebih mungkin berpindah menjadi penganut paham sekuler. Hal ini karena mereka tidak terbiasa hidup dalam ketatnya peraturan orang-orang yang taat beragama.

Kategori ketiga adalah mereka yang tidak taat menjalankan agama. Kemungkinan pertama adalah sejak masih gadis, mereka hidup dalam kultur jauh dari kontrol agama. Kemungkinan kedua adalah mereka mulai menjauh dari agama semenjak diperistri oleh seorang suami yang berlatarbelakang sama atau nilai keagamaannya lebih rendah lagi. Wanita yang masa gadisnya jauh dari agama, relatif akan hidup sesuai dengan warna suaminya. Kelompok kedua dari kategori ketiga adalah wanita yang menjadi jauh dari agama setelah menikah. Dimungkinkan kepindahannya itu dipengaruhi oleh suaminya. Mungkin karena sang suami adalah orang yang tidak taat menjalankan agama atau wanita itu dengan sendirinya lari dari agama akibat sakit hati dikhianati suami.

Aspek kehidupan manusia memang sangat beragam Oleh karena itu, pilihan yang terbaik harus bisa dipilih dengan sungguh-sungguh. Kenyamanan bermasyarakat, kenyamanan hidup dalam segala aspek positif bisa diterima dan dinikmati. Niscaya orang dengan kepribadian baik, kepercayaan diri yang baik, dan ketaatan beragama yang baik yang diimplementasikan dengan baik pula dalam kehidupannya,  Insya Allah akan mendapatkan tempat yang baik pula. Amin🙂

6 thoughts on “Ragam Manusia dari Aspek Ketaatan Beragama Perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s